Sosialisasi 4 Pilar, Fauzan Tekankan Peran Guru dan Pendidik dalam Penguatan Karakter Pancasila

 

Lombok Barat –  “Peran guru tidak pernah bisa diabaikan dalam proses Pendidikan. Guru adalah pengukir sejarah kedua setelah orang tua”, pernyataan kuat ini disampaikan legislator Fauzan Khalid dalam Sosialisasi 4 Pilar yang diselenggarakan di SMAN 1 Gunung Sari, Lombok Barat pada Ahad (8/2). H. Fauzan Khalid menyampaikan juga bahwa masa depan bangsa, negara dan keluarga tergantung Pendidikan. Oleh karena itu seorang guru diharapkan mengerti arti penting penanaman nilai-nilai Pancasila dalam setiap proses pengajaran.

 

Setelah rutin menggelar audiensi dengan anak-anak sekolah, Sosialisasi 4 Pilar kali ini ganti menyasar kalangan guru dan pendidik di Lombok Barat. Pada kesempatan tersebut ia juga  menekankan bahwa penguatan nilai-nilai kebangsaan perlu ditanamkan sejak anak masih berada pada tahap pendidikan usia dini. Menurutnya, pendidikan moral yang berlandaskan Pancasila akan menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter generasi penerus bangsa.

 Ia menjelaskan, empat pilar kebangsaan yang meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika harus dipahami dan dikenalkan kepada anak-anak melalui metode yang sesuai dengan dunia mereka.Rf.

Share:

Sosialisasi 4 Pilar, HFK: Pancasila dirancang Bung Karno di Desa Pesisir

Lombok - Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) H. Fauzan Khalid kembali melaksanakan tugas konstitusionalnya dengan menggelar kegiatan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan. Kegiatan ini berlangsung dengan penuh antusiasme di Desa Montong Are, Kec. Kediri, Lombok Barat pada Ahad (8/2).

 

Sosialisasi ini dihadiri oleh ratusan peserta yang terdiri dari warga masyarakat umum, tokoh agama, tokoh adat, serta tokoh pemuda Desa Montong Are dan sekitarnya. Dalam sambutannya, H. Fauzan Khalid menyampaikan pentingnya peran unsur masyaraat desa dalam penguatan pemahaman dan pengamalan Empat Pilar Kebangsaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

 

“Pancasila dulu dikonsep oleh Bung Karno di sebuah desa pesisir di Ende, Flores, NTT. Artinya Pancasila selaras dengan kehidupan masyarakat indogen nusantara”, ujar Fauzan. Menurutnya, Pancasila bukan cangkokan dari pikiran yang asing dengan jiwa dan keseharian bangsa Indonesia. Sehingga Pancasila

 

Dalam setiap kegiatan, HFK selalu menggelar sesi diskusi interaktif di mana peserta aktif mengajukan pertanyaan seputar implementasi nilai-nilai kebangsaan dalam konteks lokal desa. H. Fauzan Khalid menanggapi setiap pertanyaan dengan jawaban yang bersifat praktis tentang  bagaimana prinsip-prinsip Empat Pilar dapat diterapkan, mulai dari musyawarah mufakat hingga toleransi antarumat beragama.- Rf

 

 

Share:

Join with us

Adv

YAKULT TIAP HARI

Search Blog

Ayo bayar Pajak!

LOWONGAN KERJA

Senggigi Sunset Jaz

Popular Posts

Recent Posts